BEKAS JERAWAT ATROFIK, BISA HILANG?

BEKAS JERAWAT ATROFIK, BISA HILANG?

Jerawat (Acne Vulgaris) merupakan masalah kulit wajah yang paling sering membuat seseorang untuk datang ke dokter atau mencoba berbagai macam produk kecantikan untuk menghilangkannya. Jerawat mempengaruhi 80% orang usia 11-30 tahun dan 12%-14% mengalami masalah pisikologi negatif dan berdampak pada kehidupan sosial dan relasi seseorang.

Jerawat mempengaruhi wajah dalam sebagian besar kasus, dengan banyaknya pasien mengalami jaringan parut bekas jerawat (Acne scar), tingkat keparahannya berhubungan dengan derajat keparahan jerawat. Bekas jerawat berasal dari respons penyembuhan luka yang berubah terhadap peradangan kulit, dengan infiltrat inflamasi yang ditemukan pada 77 % bekas jerawat atrofik.

Berbagai tipe penyebab jerawat (P. acnes), berkontribusi terhadap variasi dalam tingkat keparahan jerawat. Pada pasien tidak rentan terhadap jaringan parut (Bekas jerawat/ Acne Scar), lesi awal berukuran besar, respon imun nonspesifik menyembuhkan lesi tersebut dengan sempurna. Sebaliknya, pada
pasien yang rentan terhadap jaringan parut, lesi dini ditandai oleh jumlah CD4 + sel-T yang lebih kecil di kulit dibandingkan dengan pasien yang tidak rentan, respon yang terjadi lebih aktif sehingga peningkatan aktivitas tersebut mengakibatkan lapisan kulit mengalami kerusakan.

Pada bekas jerawat tipe atrofi, produksi yang tidak teratur dan degradasi kolagen selama proses penyembuhan menyebabkan berbagai jenis bekas jerawat. Dalam 80 hingga 90 persen kasus, ada kerusakan bersih kolagen dalam dermis yang menghasilkan bekas luka atrofi. Namun, ada bebrapa kolagen yang menghasilkan bekas luka hipertrofik atau keloid.

Gambar 1. Tipe bekas jerawat atrofik. A) Icepick, B) boxcar, dan C) Rolling.

Aesthetics & Medical Dermatology Symposia di Coeur d’Alene, Idaho, pada tahun 2015, telah dilaksanakan perundingan untuk membahas jaringan parut jerawat. Tujuan utama dari pertemuan ini adalah untuk menyatukan pendapat ahli dalam penanganan bekas jerawat, jenis bekas jerawat, pertimbangan perawatan, dan pilihan pengobatan saat ini, serta penggunaan dermal filler Bellafill. Panel membahas masalah pentingnya terapi kombinasi dalam perawatan bekas jerawat serta cara menggabungkan dermal filler Bellafill untuk mengobati bekas jerawat menjadi praktik dermatologi. Berikut rangkuman tindakan yang dapat dilakukan untuk menangani masalah bekas jerawat:

Deskripsi Terapi
Rolling Atrophic Scar Filler dan atau pelapisan ablative (Ablative resurfacing). Penggunaan dermaroller kombinasi serum growth factor juga dapat digunakan.
Boxcar scar Laser CO2 atau erbium- YAG Laser, mengobati bekas jerawat untuk menghilangkan tepi dan kemudian menggunakan teknologi ablatif atau nonablatif fraksional untuk perbaikan menyeluruh. dermaroller kombinasi serum growth factor juga dapat digunakan
Icepick Acne Scar  dimana lesi naik dan turun, dan atau menyebar Tindakan bedah, pinch excision, diikuti dermaroller kombinasi dengan growth factor.

Terapi lain yang umum digunakan untuk masalah Bekas Jerawat sbb :

  1. Chemical peeling , dengan beberapa jenis pelarut yang digunakan seperti: Glycolic acid, Jessner’s solution, pyruvic acid, salicylic acid, trichloroacetic acid, dan TCA cross.
  2. Dermabrasion/Microdermabrasion
  3. Dermal Grafting
  4. Tissue Augmenting Agents Fat transplantation
  5. Needling
  6. Tissue Augmenting Agents
  7. Combined Therapy

 

Keberhasilan dan pemilihan terapi dilakukan oleh dokter yang sudah terlatih dan berpengalaman. Sehingga terapi dapat berjalan dengan baik. Terdapat perbedaan yang bermakna antara kepatuhan berobat dan pemilihan terapi terhadap penyembuhan bekas jerawat. Sehingga persen kesembuhan relatif terhadap setiap pasien.

Referensi:

Acne Scarring—Pathogenesis, Evaluation, and Treatment Options (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5749614/)

Acne Scars: Pathogenesis, Classification and Treatment (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2958495/)

Effective Treatments of Atrophic Acne Scars (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4445894/)

Treating Acne Scars: What’s New? (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4570086/)

Penulis: dr. T. Fadli Nazwan Sani

 

Share post

Start typing and press Enter to search

Shopping Cart

No products in the cart.

WhatsApp chat